USM Bagikan Strategi Global di ISCN Webinar #4: Universitas dan Sustainability Rankings

Malaysia, 27 September 2025 – Universiti Sains Malaysia (USM) menegaskan kiprahnya di panggung global melalui pemaparan Dr. Normaliza dalam ISCN Webinar #4: University and Sustainability Rankings: Pathways to Global Recognition. Dalam sesi ini, Dr. Normaliza memaparkan capaian USM sebagai universitas terbaik di Malaysia dan peringkat ke-14 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025, sekaligus menempati posisi #1 SDGs di dunia.

Menurut Dr. Normaliza, keberhasilan USM tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang transformasi institusi sejak 1969. “Kami mengadopsi sistem School untuk mendorong multidisiplin, mengintegrasikan Education for Sustainable Development (ESD) sejak tahun 2000, hingga ditetapkan sebagai universitas APEX pada 2008,” jelasnya. Pada 2019, USM secara strategis menyelaraskan riset, tata kelola, dan kepemimpinan eksternal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sehingga berbuah pengakuan global pada 2025.

Kekuatan USM dalam SDGs: No Poverty, Peace & Justice, dan Partnership

Lebih lanjut, Dr. Normaliza menyoroti kinerja USM dalam tiga SDGs unggulan:

  • SDG 1 (No Poverty) dengan skor 94,3% melalui program beasiswa, advokasi, dan pengabdian berbasis komunitas.

  • SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan skor 95,9% melalui tata kelola transparan, penelitian kebijakan publik, dan kerja sama pemerintah.

  • SDG 17 (Partnership for the Goals) dengan skor hampir sempurna 99,8%, membuktikan peran USM dalam jejaring kolaborasi global.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa universitas bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor keberlanjutan global,” tegasnya.

Kontribusi Akademik: Riset, Edukasi, Tata Kelola, dan Kepemimpinan Eksternal

Dr. Normaliza juga menekankan empat pilar kontribusi universitas terhadap SDGs, yaitu riset inovatif dan transdisipliner, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, tata kelola berbasis SDGs, serta kepemimpinan eksternal dalam advokasi kebijakan. Menurutnya, universitas harus mampu membangun kapasitas generasi muda sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor.

“Perguruan tinggi yang mampu menyeimbangkan riset, pengajaran, dan kemitraan eksternal akan memiliki posisi strategis dalam peta global keberlanjutan,” ujar Dr. Normaliza.

Masa Depan THE Impact Rankings

Menutup sesi, Dr. Normaliza memaparkan bahwa THE Impact Rankings akan berevolusi menjadi Times Higher Education Sustainability Impact Ratings (THE SIR). Transformasi ini tidak hanya menjaga integritas dan stabilitas penilaian, tetapi juga mendorong universitas untuk merancang perencanaan strategis jangka panjang ketimbang mengejar peringkat tahunan semata.

“Dengan pendekatan ratings, kita tidak lagi sekadar berlomba, tetapi bersama-sama membangun nilai keberlanjutan yang lebih adil dan inklusif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *