Jakarta – Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia. Dalam gelaran Sustainable Development Annual Conference (SAC) 2025, sejumlah perwakilan dari Sulawesi Selatan berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2025.
Tiga entitas asal Sulawesi Selatan yang menerima penghargaan tersebut adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin, dan Ruang Kolaborasi Perempuan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kontribusi multi-stakeholder di Sulsel dalam mendorong kemajuan pembangunan berkelanjutan.
Selain para penerima penghargaan, acara tersebut juga dihadiri oleh SPPG Maros Mandai Bontoa 3 Sulawesi Selatan yang turut memamerkan program agrokompleks Hasanuddin. Program ini menonjolkan inovasi pertanian terpadu berbasis keberlanjutan, yang dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam mempercepat pencapaian SDGs. Ia menekankan bahwa praktik baik dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, dapat direplikasi secara nasional untuk memperkuat pencapaian di level global.
Konferensi Utama: Fokus pada SDM, Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan
Sebagai penutup rangkaian kegiatan tahunan SAC 2025, Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan menggelar Konferensi Utama bertema “Meningkatkan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.” Tema ini sekaligus menegaskan arah pembangunan nasional dalam periode RPJMN 2025–2029.
Salah satu kebijakan strategis yang menjadi sorotan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah. Program ini dirancang untuk menyediakan pangan sehat bagi anak sekolah, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuannya mencakup mengatasi malnutrisi, meningkatkan prestasi belajar, serta menyiapkan pondasi generasi Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks global, MBG selaras dengan pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), dan memiliki dampak lintas sektor pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 3 (Kesehatan yang Baik), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), hingga Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Dengan pendekatan tersebut, program MBG berpotensi menjadi katalis utama percepatan pembangunan manusia di Indonesia.
Keberhasilan berbagai pihak dari Sulawesi Selatan dalam ajang penghargaan ini, serta partisipasi aktif mereka dalam pameran inovasi, semakin memperkuat komitmen daerah tersebut dalam menyukseskan agenda SDGs sebagai bagian dari transformasi pembangunan nasional.












