Pesan Moral Andi Amran Sulaiman Menguatkan Silaturahmi di Halal Bihalal KKMB

Makassar — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Sulawesi Selatan yang digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026 di AAS Building. Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat Bone di perantauan.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman yang juga merupakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), menyampaikan pesan moral yang menyentuh dan sarat makna kepada para peserta.

Ia mengenang didikan orang tuanya, khususnya sang ibu, dalam membesarkan kedua belas anak-anaknya. Amran mengungkapkan bahwa ia bersama saudara-saudaranya tidak pernah dipukul. Ketika terjadi perselisihan atau kelelahan karena bertengkar, sang ibu justru meminta mereka untuk minum, lalu mendoakan agar kelak menjadi pemimpin.

“Didikan itu yang membentuk kami. Doa ibu adalah kekuatan terbesar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan agar tidak menyampaikan keburukan orang lain, melainkan mengedepankan kebaikan.

“Jangan ceritakan kejelekan orang, tapi sampaikan kebaikannya. Itu yang akan mempererat persaudaraan,” pesannya.

Amran juga mengingatkan agar setiap anak menjaga hati ibunya dan tidak menyakitinya, karena restu orang tua menjadi kunci keberhasilan hidup.

Dalam nuansa kearifan lokal, ia menyampaikan pesan dalam bahasa Bugis kepada para peserta, “Kita sipamase-mase, siruntuki matu ko suragana, Puang nge ko ri akherat,” yang mengandung makna ajakan untuk saling menyayangi dan berbuat baik sebagai bekal kehidupan di akhirat.

Pesan-pesan tersebut mendapat respons hangat dari para peserta yang hadir, memperkuat nilai kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Halal Bihalal KKMB ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga wadah memperkuat nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi fondasi masyarakat Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *