Hangatkan Ramadan di RS Aloei Saboe: Masjid Al-Adha Sajikan Hingga 100 Porsi Takjil untuk Jamaah dan Keluarga Pasien

GORONTALO — Kepedulian sosial mewarnai rangkaian kegiatan Ramadan 2026 di Masjid Al-Adha yang berada di lingkungan RS Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Selain tadarus Al-Qur’an usai salat tarawih dan subuh, pengurus masjid juga rutin menyiapkan hidangan berbuka puasa bagi jamaah, tenaga kesehatan, serta keluarga pasien yang berada di sekitar rumah sakit.

Setiap sore menjelang waktu berbuka, para relawan dan pemuda masjid bergotong royong menata aneka makanan ringan tradisional, minuman, hingga bubur di selasar masjid. Menu yang disediakan sederhana namun cukup untuk menghangatkan suasana kebersamaan di lingkungan fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat lintas daerah.

Adit, salah satu pemuda dan remaja Masjid Al-Adha, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari tradisi Ramadan yang telah lama dijalankan bersamaan dengan program tadarus 30 juz.

“Pengurus menyiapkan makanan ringan tradisional, kue-kue, minuman, sampai bubur. Jumlahnya bisa mencapai sekitar 100 porsi setiap hari, menyesuaikan dengan jamaah dan keluarga pasien yang hadir,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Arman, kebutuhan takjil cukup tinggi karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan utama di Provinsi Gorontalo. Banyak pasien datang dari berbagai kabupaten/kota, bahkan dari wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, sehingga keluarga pasien kerap menetap sementara di sekitar rumah sakit selama masa perawatan.

“Kami ingin mereka tetap bisa berbuka dengan layak tanpa harus keluar mencari makanan, apalagi sebagian sedang menjaga anggota keluarga yang sakit,” tambahnya.

Program berbagi takjil ini sepenuhnya bersumber dari swadaya jamaah dan donatur. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien.

Sebelumnya, pengurus masjid juga menggelar tadarus Al-Qur’an setiap malam dan subuh dengan target khatam 30 juz selama Ramadan. Kehadiran program ibadah dan sosial secara bersamaan menjadikan Masjid Al-Adha tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga pusat penguatan spiritual dan solidaritas kemanusiaan di lingkungan rumah sakit.

Di tengah suasana harap dan cemas yang kerap menyelimuti keluarga pasien, semangkuk bubur hangat dan kebersamaan berbuka di masjid menjadi penyejuk hati — bukti bahwa Ramadan menghadirkan kepedulian tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *