JAKARTA — Kementerian PPN/Bappenas bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN) menggelar SDGs Center Conference (SCC) 2026 di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (25/6). Mengangkat tema “Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global”, konferensi ini diselenggarakan secara hybrid dengan diikuti lebih dari 200 peserta secara luring dan sekitar 500 peserta secara daring. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, mitra pembangunan, hingga organisasi masyarakat sipil di seluruh Indonesia.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyoroti tantangan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di tingkat global yang masih jauh dari target. Berdasarkan The Sustainable Development Goals Report 2025, baru sekitar 18 persen target SDGs dunia yang berada pada jalur pencapaian. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik diperkirakan membutuhkan tambahan waktu hingga 32 tahun untuk mencapai target apabila tidak dilakukan langkah-langkah transformatif.
Di tengah tantangan tersebut, Indonesia mencatat perkembangan yang cukup positif. Sebanyak 62,7 persen dari total 224 indikator TPB/SDGs nasional telah mencapai target atau menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Pencapaian berbagai target SDGs Indonesia akan menjadi tonggak penting dalam upaya untuk keluar dari middle income trap guna meraih Indonesia Emas pada 2045,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mendorong penguatan kontribusi SDGs Center melalui tiga platform strategis nasional, yakni SDG Academy Indonesia (SDGAI) sebagai wadah peningkatan kapasitas, SDGs Entrepreneurial Center (SEC) sebagai platform pengembangan kewirausahaan berbasis SDGs, serta SDGs Action Register dan SDGs Action Certificate sebagai instrumen pengukuran kontribusi institusi yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian konferensi juga menghadirkan High Level Panel Discussion yang membahas kepemimpinan akademisi sebagai center of excellence dalam percepatan pencapaian SDGs. Selain itu, sesi Academic Dialogue bertajuk “Shaping Perspectives on the Beyond-2030 Sustainable Development Agenda” mengulas arah pembangunan berkelanjutan pada periode pasca-2030.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Kepala Sekretariat Nasional SDGs, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa sisa waktu menuju 2030 harus dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, perguruan tinggi melalui SDGs Center memiliki posisi strategis dalam menghadirkan solusi pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Peran SDGs Center dan perguruan tinggi ini sangat penting. Kami berharap SDGs Center dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi yang mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia,” tutup Deputi Pungkas.
SDGs Center atau penyebutan lainnya memiliki peran strategis dalam mengkaji, mengembangkan, dan mengukur pencapaian pembngunan berkelanjutan.












