BONE – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menghadiri panen perdana budidaya ikan nila yang dirangkaikan dengan launching wisata memancing di objek wisata Tiro Bulu, Desa Cempaniga, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Kamis (23/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Bone didampingi Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, dan disambut langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bone, Andi Akbar, bersama Kepala Desa Cempaniga, Andi Marwan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan sektor perikanan desa sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat. Panen perdana ikan nila yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu diharapkan mampu menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Plt. Kadis PMD Bone, Andi Akbar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bone dan berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut untuk pengembangan budidaya ikan nila di Desa Cempaniga.
Menurutnya, hasil produksi ikan nila melalui BUMDes tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang kerja sama usaha yang lebih luas bagi masyarakat desa.
“Dengan pengembangan unit usaha ini, BUMDes diharapkan menjadi motor penggerak desa yang mandiri, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penguatan sektor pangan serta pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung budidaya ikan nila sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai panen perdana ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi masyarakat agar terus mengembangkan usaha budidaya ikan nila yang memiliki prospek pasar yang menjanjikan.
“Budidaya ikan nila memiliki prospek yang sangat baik, khususnya di daerah yang memiliki sumber daya air tawar yang memadai. Selain produksi, aspek pemasaran juga perlu diperhatikan agar hasil panen dapat terserap secara optimal,” katanya.
Tak hanya itu, Wabup Bone juga mendorong percepatan digitalisasi desa, khususnya dalam sistem pembayaran non tunai melalui QRIS.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi pendapatan, efisiensi pelayanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan sistem ini sangat ditentukan oleh komitmen dan konsistensi kita bersama dalam mengimplementasikannya. Mari jadikan momentum ini untuk membawa Bone menjadi daerah yang lebih maju dan digital,” tutupnya. (*)












