BONE – Aksi tawuran dan dugaan penyerangan oleh kelompok yang diduga menyerupai geng motor kembali meresahkan warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Jalan Andi Pangeran Petta Rani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, serta di Jalan Jenderal Muh Yusuf, Kelurahan Biru.
Menurut keterangan Ilham, warga Jalan Andi Pangeran Petta Rani, sekitar pukul 00.30 WITA pada Selasa (26/5) dini hari, ia mendengar suara puluhan sepeda motor melintas dan berhenti di tengah jalan.
“Sekitar jam setengah satu malam tiba-tiba terdengar suara motor yang ramai. Saat saya melihat ke depan, banyak orang turun dari motor sambil menghunus parang dan badik. Ada juga yang berboncengan tiga orang,” ujar Ilham.
Kehadiran rombongan tersebut membuat warga sekitar kaget dan berupaya menghalau mereka. Dalam situasi tersebut, salah satu sepeda motor yang ditumpangi tiga orang dilaporkan terjatuh.
Menurut Ilham, ketiga orang tersebut nyaris menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya diamankan di salah satu rumah warga hingga aparat kepolisian datang ke lokasi.
“Saat diamankan ditemukan juga sebilah keris yang mereka bawa. Ketiga orang itu terlihat mengalami luka akibat terjatuh dari motor dan diduga dalam kondisi mabuk,” katanya.
Warga menyebut ketiga orang tersebut kemudian dibawa oleh pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Tak hanya itu, warga Kelurahan Biru juga mengaku mengalami kejadian serupa. Menurut Lia, kelompok yang sama diduga kembali melakukan aksi penyerangan di Jalan Jenderal Muh Yusuf pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 21.30 WITA dan kembali terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 01.30 WITA atau Senin dini hari.
“Saya kaget melihat rombongan pengendara motor datang sambil berteriak dan membawa sejumlah parang. Ada juga yang membawa busur,” ujar Lia.
Ia mengaku resah karena kelompok tersebut diduga menyerang sejumlah remaja yang sedang berkumpul dan bermain gim di sekitar lokasi.
Lia juga mempertanyakan penanganan pascakejadian. Menurutnya, sekitar satu jam setelah insiden kedua terjadi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan puluhan remaja yang berada di tempat kejadian.
“Sekitar satu jam setelah kejadian, polisi datang dan mengamankan 33 anak yang berada di lokasi. Sementara kelompok yang diduga melakukan penyerangan tidak ada yang diamankan,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah remaja yang diamankan, kelompok yang diduga melakukan penyerangan disebut mengatasnamakan diri sebagai “Freedom” dan “Kawat Merah”.
Warga menduga kelompok tersebut beranggotakan pelajar tingkat SMP dan SMA yang kerap berkumpul di sekitar Jalan Bhayangkara dan Jalan Dipanjaitan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas kelompok tersebut maupun perkembangan penanganan kasus yang dilaporkan warga. (*)












