BONE – Upaya mendorong La Pawawoi Karaeng Sigeri, Raja Bone XXXI, menjadi Pahlawan Nasional terus dimatangkan melalui pendekatan akademik dan kolaboratif. Hal ini ditandai dengan digelarnya Seminar Pengusulan Calon Pahlawan Nasional dalam rangka Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 di Gedung PKK Kabupaten Bone, Selasa, (7/4/2026).
Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kajian historis tokoh tersebut.
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang diskusi ilmiah untuk menguji kelayakan La Pawawoi Karaeng Sigeri dari berbagai aspek, baik historis, akademik, maupun administratif sebagai syarat pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Sejumlah tokoh dan akademisi turut hadir, di antaranya Andi Baso Hamid selaku Ketua Dewan Adat sekaligus perwakilan keluarga besar La Pawawoi Karaeng Sigeri, Prof. Dr. A. Ima Kesuma, M.Pd selaku Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Prof. Dr. Bahri, M.Pd selaku Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus melalui proses yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Menurutnya, penguatan data, kajian, serta dukungan lintas sektor menjadi kunci agar tokoh yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria di tingkat nasional. Selain itu, seminar ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menghargai jasa para tokoh daerah.
Momentum Hari Jadi Bone ke-696 dinilai relevan untuk mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan La Pawawoi Karaeng Sigeri, sekaligus memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi yang solid sebagai dasar pengajuan resmi ke pemerintah pusat, sehingga proses pengusulan dapat berjalan lebih terarah dan berpeluang besar untuk disetujui.












