BONE – Sebanyak 335 santri dan santriwati dari berbagai TK/TPA di Kecamatan Tanete Riattang Barat dan Palakka mengikuti wisuda dengan tema “Menyiapkan Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang”.
Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bone yang berlangsung di Aula Masjid Al Markaz Al Maarif, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (03/05/2026) pagi.
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bone, Ust. Hasbullah, menyampaikan selamat kepada para santri dan santriwati yang telah diwisuda, serta kepada orang tua yang telah membimbing anak-anaknya hingga mampu membaca Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa wisuda ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mendalami Al-Qur’an.
“Wisuda ini bukan berarti kita sudah selesai, justru ini adalah awal untuk terus belajar,” ujarnya.
Hasbullah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru mengaji yang telah meluangkan waktu untuk mendidik anak-anak, meski di tengah kesibukan masing-masing.
“Saya sendiri kadang tidak punya waktu untuk mengajar anak sendiri. Semua punya kesibukan masing-masing, sehingga diperlukan koordinasi yang baik,” tambahnya.
Ia menjelaskan, sebelum diwisuda para santri telah melalui berbagai tahapan ujian sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Sementara itu, Camat Tanete Riattang Barat, Muhammad Amin Jaya, menyebut para santri merupakan pejuang dan penerus agama Islam.
“Jangan sampai setelah ini kita anggap selesai. Ini baru awal menuju tahap berikutnya,” katanya.
Camat Palakka, Aswan Hijrah, mengaku dirinya bersama Camat Tanete Riattang Barat tetap menyempatkan hadir di tengah kesibukan sebagai bentuk dukungan dan kecintaan kepada masyarakat.
“Kami bangga melihat anak-anak kita lepas dari buta aksara Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia berharap para santri dapat terus berkembang hingga menjadi hafiz Al-Qur’an. Ia juga berpesan kepada orang tua agar tidak lengah dan terus membina serta membimbing anak-anak hingga meraih kesuksesan.
“Kepada para guru mengaji, terima kasih. Menjadi guru tidak mudah karena menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda. Ini luar biasa, dan Allah akan membalas,” tutupnya.
Diketahui, dari Kecamatan Tanete Riattang Barat sebanyak 224 santri dan santriwati, sementara dari Kecamatan Palakka sebanyak 111 orang.
Para santri dan santriwati tersebut merupakan peserta didik pilihan yang telah dinyatakan lulus melalui tahapan munaqasyah.
Sebelumnya, para santri dan santriwati ini telah melalui ujian kompetensi yang komprehensif, meliputi hafalan surah-surah pendek, ayat-ayat pilihan, bacaan salat, tata cara wudu, hingga pemahaman dasar Dinul Islam.












