Ragam  

Program BERAMAL School Transformation Jadi Perhatian, Lilo AK Ingatkan Jangan Bebani Guru

Kolase Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Muh. Salam (Lilo AK), dan surat rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terkait program BERAMAL School Transformation 2026.

BONE – Program BERAMAL School Transformation Kabupaten Bone 2026 menjadi perhatian setelah muncul informasi biaya partisipasi disebut sebesar Rp350.000 per peserta. Kegiatan yang menyasar kepala sekolah, guru, dan operator sekolah jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP itu mendapat dukungan melalui surat rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Surat berkop Pemerintah Daerah Kabupaten Bone tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Rusdi dengan nomor 421/3994-DP. Program yang diselenggarakan Mangathara Institute itu dijadwalkan berlangsung pada 7–8 November 2026 di salah satu hotel di Kabupaten Bone.

Mengusung tema “Future Ready School 2030: Transformasi Sekolah untuk Pendidikan Unggul dan Berkelanjutan”, kegiatan ini mencantumkan ketentuan bahwa keikutsertaan bersifat sukarela dan tidak memaksa. Namun, dukungan melalui surat resmi pemerintah dinilai perlu disertai penjelasan agar tidak menimbulkan kesan bahwa kegiatan tersebut wajib diikuti satuan pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Salam atau Lilo AK, mengingatkan agar program peningkatan kompetensi tidak justru menambah beban biaya bagi guru dan tenaga kependidikan.

“Dalam setiap rapat kerja, kami selalu menegaskan bahwa kami tidak ingin lagi mendengar adanya pelatihan-pelatihan yang membebani para pendidik. Ini sudah menjadi keresahan yang perlu segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah telah memiliki regulasi dan dukungan anggaran untuk menunjang pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Karena itu, program pelatihan harus dirancang sesuai kebutuhan sekolah dan tidak membebani peserta.

“Jangan sampai para pendidik justru dibebani dengan biaya tambahan untuk mengikuti kegiatan yang seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program tersebut diperkirakan menyasar 1.634 satuan pendidikan di 27 kecamatan. Jika setiap sekolah mengikutsertakan tiga orang, yakni kepala sekolah, guru, dan operator, jumlah peserta diperkirakan mencapai 4.902 orang.

Dengan biaya Rp350.000 per peserta, estimasi total biaya apabila seluruh proyeksi tersebut terealisasi mencapai Rp1.715.700.000 atau sekitar Rp1,715 miliar. Angka ini merupakan simulasi, bukan jumlah pasti peserta maupun penerimaan penyelenggara.

Besarnya estimasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penetapan biaya, rincian penggunaan dana, dan mekanisme pendaftaran. Transparansi diperlukan agar tidak ada tekanan terhadap satuan pendidikan untuk mengikutsertakan tenaga pendidiknya.

Seorang guru berinisial KF menilai program peningkatan kapasitas pendidik memiliki tujuan positif sepanjang materi yang diberikan sesuai kebutuhan sekolah. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada intervensi yang menjadikan kegiatan tersebut seolah-olah wajib diikuti.

“Program ini baik apabila benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Namun, jika ada oknum atau pihak tertentu yang mengintervensi dengan menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib diikuti, tentu sangat disayangkan,” demikian pandangan KF.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi telah diupayakan untuk dimintai konfirmasi melalui WhatsApp, SMS, dan telepon terkait surat rekomendasi serta mekanisme pelaksanaan kegiatan. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi. Mangathara Institute selaku penyelenggara juga belum memberikan keterangan yang berhasil diperoleh.

Klarifikasi kedua pihak diperlukan untuk menjelaskan dasar penetapan biaya, rincian pembiayaan, serta memastikan keikutsertaan peserta benar-benar bersifat sukarela tanpa tekanan terhadap sekolah maupun tenaga pendidik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *