Ngeri! Tak Pernah Ajukan Pinjaman, Warga Bone Tiba-tiba Diminta Lunasi Utang PNM

Ilustrasi

BONE – Seorang warga Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan diduga menjadi korban pencatutan identitas dalam pengajuan pembiayaan di Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

Identitas korban diduga digunakan tanpa izin dalam berkas pengajuan pembiayaan oleh seorang oknum pegawai PNM. Akibatnya, korban tiba-tiba diminta melunasi utang yang sama sekali tidak pernah diajukan maupun diketahuinya.

Reni, anak korban, mengungkapkan bahwa hampir seluruh data pribadi milik ibunya digunakan dalam dokumen pengajuan pembiayaan tersebut.

“NIK, nama, tanggal lahir semua punya ibu saya, hanya foto dan alamat yang di rubah,” kata Reni, Sabtu (7/3/2026).

Selain KTP, dokumen lain yang juga diduga dipalsukan adalah Kartu Keluarga. Dalam berkas tersebut, korban yang sebenarnya merupakan warga Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, justru tercatat sebagai warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Menurut Reni, keluarga baru mengetahui adanya kejanggalan setelah ibunya diminta melunasi pembiayaan yang tidak pernah diajukan. Hal itu memunculkan dugaan adanya pemalsuan dokumen dalam proses pengajuan pembiayaan tersebut.

Selain oknum pegawai PNM, diduga ada pula keterlibatan pihak lain yang membantu proses tersebut.

Sementara itu, Kepala Unit Tanete Riattang Timur, Jumriani, mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut karena baru mulai bertugas tahun ini, sedangkan kejadian tersebut disebut terjadi pada tahun lalu.

Ia juga mengaku telah berupaya mencari petugas yang mengurus dokumen tersebut, namun hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

“Semenjak kejadian ini langsung kabur, tidak ada dirumah orang tua, begitupun keluarganya tidak ada yang tau keberadaannya,” kata Jumriani saat dihubungi awak media.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga merasa dirugikan karena pembiayaan tersebut tidak pernah diikuti dengan pembayaran angsuran.

“Iyye karena pencairannya juga tidak ada angsuran masuk di kantor,” tambahnya.

Jumriani meminta agar wartawan menghubungi atasannya untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Namun hingga berita ini ditulis, pihak atasan yang dimaksud belum memberikan tanggapan.

Untuk diketahui, PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan untuk membantu permodalan usaha masyarakat kecil, khususnya sektor mikro dan UMKM.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *