BONE – Sejumlah sopir truk dan bus di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terpaksa bermalam di sekitar SPBU demi antrian BBM. Mereka mengaku harus meninggalkan istri dan anak di rumah demi mendapatkan solar subsidi.
Meningkatnya dugaan praktik permainan solar subsidi menggunakan jeriken di Bone berdampak pada para pengguna langsung, khususnya sopir truk dan bus.
Seorang sopir yang ditemui di SPBU Ahmad Yani sekitar pukul 01.30 WITA mengaku menginap di lokasi tersebut demi memperoleh solar.
“Istri dan anak kita tinggalkan demi solar, sedangkan pemain solar tidur nyenyak bersama keluarga,” ujarnya sambil tersenyum, Rabu (12/11/2025) dini hari.
Ia menyebut jumlah pelangsir solar semakin hari kian meningkat.
“Bicara soal penindakan itu sudah jauh. Mahasiswa saja sudah sering demo, tapi tidak ada tindakan karena uang besar bermain di situ,” katanya.
Menurutnya, jika tidak bermalam di SPBU, besar kemungkinan tidak akan mendapat jatah karena stok cepat habis. Aktivitas pengisian jeriken, kata dia, mulai ramai sejak waktu subuh.
“Habis salat subuh jeriken sudah berdatangan. Sekarang jadwal pengisian diambil subuh, jadi kalau tidak bermalam, kita tidak kebagian,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga terlihat di beberapa SPBU lain seperti di Jalan Mangga, Palakka, dan Karella, di mana banyak sopir memilih bermalam demi mendapatkan solar subsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.




