News  

Limbah Diduga Rusak Sawah Warga, Pengawasan terhadap Dirz Residence Dipertanyakan

BONE – Persoalan dugaan pencemaran sawah akibat limbah Perumahan Dirz Residence di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan, Minggu (07/06/2026).

Meski keluhan warga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan pernah ditinjau langsung pemerintah daerah, masalah tersebut disebut belum juga tuntas.

Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap pengembang perumahan yang diduga masih membuang limbah ke saluran yang terhubung dengan jaringan irigasi persawahan.

Muallim, salah seorang warga, mengaku para petani menjadi pihak yang paling dirugikan. Air yang mengalir ke area persawahan diduga telah tercemar limbah sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman padi dan berdampak pada penurunan hasil panen.

“Sudah lama kami keluhkan. Tanaman padi terganggu, hasil panen berkurang dan petani terus merugi,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya telah mendapat perhatian pemerintah daerah. Pada 2025 lalu, lokasi pembuangan limbah bahkan sempat ditinjau langsung menyusul kekhawatiran dampaknya terhadap produktivitas lahan pertanian warga.

Saat itu, pihak pengembang disebut berjanji membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai solusi. Namun warga menilai keberadaan fasilitas tersebut belum menjawab persoalan di lapangan.

“Mereka sudah buat IPAL, tapi tidak berfungsi. Limbah tetap mengalir ke saluran yang terhubung ke sawah,” kata Muallim.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan baru. Jika IPAL telah dibangun, mengapa aliran limbah yang dikeluhkan warga masih terjadi? Siapa yang memastikan fasilitas tersebut berfungsi sesuai peruntukannya?

Warga mendesak pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada tahap peninjauan, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah perumahan, mengevaluasi fungsi IPAL, serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang berdampak terhadap lingkungan dan sektor pertanian.

Di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada pangan, warga menilai perlindungan terhadap lahan pertanian tidak boleh kalah oleh perkembangan kawasan perumahan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perumahan Dirz Residence belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi dan panggilan telepon yang dilakukan awak media belum mendapat respons.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *