Ragam  

Lapangan Merdeka Jadi Favorit Warga Berbuka Puasa, Ternyata Karena Ini

Akademisi Abdul Rahim bersama keluarga menikmati suasana Lapangan Merdeka jelang berbuka puasa (Foto: Bocahrakyat)

BONE – Tak perlu mewah, area pinggir Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menjadi lokasi favorit warga untuk berbuka puasa.

Ruang terbuka hijau yang dipadukan dengan taman kota, menghadirkan suasana perpaduan antara pedesaan dan perkotaan. Lokasi ini pun terpantau padat pengunjung setiap sore menjelang waktu berbuka.

Fenomena ini digemari karena beberapa alasan. Suasana yang segar dan lapang menjadikannya tempat ngabuburit yang nyaman bagi keluarga. Selain itu, kawasan ini juga menjadi sentral kuliner, dengan kehadiran pedagang kaki lima yang menawarkan beragam pilihan menu.

Tak kalah penting, momen berbuka di ruang terbuka menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Konsep lesehan yang santai membuat pengunjung bisa menikmati waktu berbuka dengan nuansa yang lebih akrab dan komunal.

Di Lapangan Merdeka, berbagai menu tersedia, mulai dari jajanan tradisional hingga modern. Aneka takjil, minuman segar, hingga makanan berat mudah ditemukan di sepanjang area tersebut.

“Saya dalam perjalanan dari luar kota, kebetulan lewat di sini. Waktu buka puasa hampir tiba, jadi saya dan keluarga menepi untuk mencoba jajanan. Ternyata pilihannya hampir lengkap, mulai dari masakan tradisional hingga modern,” ungkap Wanda, salah satu pengunjung, Rabu (18/3/2026).

Wanda mengaku tidak menyesal memilih berbuka puasa di lokasi tersebut. Menurutnya, suasana yang ditawarkan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan berbuka di tempat lain.

“Sejuk sekali. Kita makan di atas tikar di trotoar, menghadap jalanan dan rumah jabatan Bupati Bone. Sementara di belakang, ada taman kota dengan pepohonan dan bunga-bunga serta lampu hias yang indah. Betul-betul perpaduan yang menarik,” katanya.

Tak hanya menjadi tempat berbuka, kawasan ini juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menikmati suasana sore hingga malam hari.

Keberadaan pedagang juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan momen ini untuk meraup rezeki tambahan, dengan menjajakan beragam kuliner khas yang diminati pengunjung.

Dengan segala kesederhanaannya, tradisi berbuka puasa di ruang publik seperti ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga mempererat kebersamaan serta memberi dampak positif bagi perekonomian lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *