News  

Antrean Kendaraan di SPBU Bone Kian Mencurigakan, Saat Dicek Datanya Bikin Kaget

Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU Jalan KH Agus Salim, Watampone, beberapa waktu lalu.

BONE – Deretan kendaraan yang hampir setiap pagi mengantre dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah SPBU di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan untuk mengisi BBM bersubsidi kian menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan di kalangan masyarakat.

Sejumlah kendaraan yang rutin mengantre diduga digunakan sebagai modus pelangsiran BBM bersubsidi, khususnya solar.

Dugaan tersebut muncul karena kendaraan yang sama kerap terlihat melakukan pengisian hampir setiap hari pada waktu yang relatif sama.

Di lapangan, ditemukan sejumlah kendaraan yang diduga menggunakan data yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan sebenarnya.

Selain itu, terdapat kendaraan yang jenisnya berbeda dengan data yang tercantum dalam sistem saat dilakukan pengecekan.

Tak hanya itu, sejumlah kendaraan, mulai dari dump truk hingga minibus, juga terpantau tidak memasang pelat nomor bagian belakang saat mengantre untuk mengisi solar bersubsidi.

Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan di kalangan sejumlah warga, khususnya pengguna langsung BBM bersubsidi

Mereka menduga adanya penggunaan “barcode bayangan”, yakni barcode yang terdaftar atas identitas kendaraan tertentu namun digunakan untuk melakukan pengisian pada kendaraan lain yang berbeda dengan data dalam sistem.

Salah seorang warga mengaku menemukan sejumlah ketidaksesuaian data kendaraan yang ikut mengantre di SPBU.

Di antaranya, kendaraan Panther yang terdaftar sebagai Mobilio, Kijang yang terdaftar sebagai Brio, Kuda yang tercatat sebagai Xpander, hingga Panther yang terdaftar sebagai Rocky.

Temuan itu pun memunculkan pertanyaan terkait validitas data kendaraan yang digunakan saat pengisian BBM bersubsidi.

“Kalau mereka sampai bisa mengisi BBM bersubsidi, bagaimana bisa lolos dari sistem? Jangan sampai ada kerja sama,” ujarnya heran, Kamis (4/6/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *