Ragam  

Antrean BBM Subsidi di Bone Tak Kunjung Usai, Warga Heran: Apa Memang Mobil Sekarang Boros?

BONE – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih terjadi setiap hari. Kondisi itu terlihat pada pengisian BBM subsidi, baik Bio Solar maupun Pertalite.

Pemerintah Kabupaten Bone sebelumnya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian BBM Bersubsidi Merah Putih pada Agustus 2026. Tim gabungan yang melibatkan Pemkab Bone, TNI, Polri, camat dan lurah tersebut bertugas mengawasi distribusi BBM di 22 SPBU.

Pengawasan pembelian menggunakan jeriken juga diperketat. Pemkab Bone mencabut seluruh surat rekomendasi lama pembelian Bio Solar dan menerapkan prosedur baru mulai 1 September 2026.

Namun, antrean kendaraan masih kerap terlihat. Pantauan di lapangan menunjukkan pengisian Bio Solar subsidi didominasi dump truk dan mini bus, sejumlah di antaranya diduga melakukan pengisian berulang setiap hari.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan warga. Seberapa boros sebenarnya kendaraan-kendaraan tersebut jika BBM satu tangki bisa kembali diisi berulang setiap hari.

Ancu, salah seorang warga, mempertanyakan apakah BBM yang diisi setiap hari benar-benar seluruhnya digunakan untuk operasional transportasi.

“Kalau misalnya setiap hari melakukan pengisian, kira-kira apa betul dipakai untuk operasional transportasi atau apa. Kalau hanya pakainya tidak keluar daerah, agak ganjil kalau setiap hari habis dipakai. Atau memang mobil tersebut boros, bisa habiskan satu tangki sehari,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Ia juga mengaku heran melihat sejumlah mini bus tua bermesin diesel dan dump truk yang ikut mengantre mengisi Bio Solar.

“Kalaupun mereka pakai untuk transportasi, kira-kira mobil tua seperti itu pergi ke mana sampai bisa habiskan satu tangki sehari. Apa memang mobilnya boros-boros ya,” katanya heran.

“Kalaupun benar mobil sekarang boros pemakaian, pantesan selama ini jarang ditemukan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak terkait,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *