Parepare — Perubahan dunia kerja dan meningkatnya kebutuhan terhadap pekerjaan yang mendukung keberlanjutan mendorong generasi muda untuk mulai mengenali pilihan karier sejak dini. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Parepare mengembangkan gagasan Green Career Mapping, sebuah pendekatan pendidikan dan konseling karier yang menghubungkan pemetaan minat peserta didik dengan pengenalan green jobs, green skills, dan perencanaan karier berkelanjutan.
Gagasan tersebut dikembangkan dari pengalaman IN-BKI Goes to School, yang sebelumnya dilaksanakan pada tiga pesantren/madrasah di Kota Parepare, yaitu Pesantren Al Baddar, Zubratul Azrar (ZANU), dan DDI Ujung Lare (19-21/09/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 90 santri/siswa dengan dukungan tim mahasiswa dan dosen BKI.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh edukasi mengenai perencanaan karier, melakukan pemetaan minat menggunakan Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB), mendapatkan analisis hasil pemetaan, serta mengikuti layanan bimbingan dan konseling karier.
Ketua komunitas mahasiswa pelaksana, Fatir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman penting dalam memahami kebutuhan peserta didik terhadap layanan karier yang lebih kontekstual.
“Peserta tidak hanya membutuhkan informasi tentang jurusan atau pekerjaan, tetapi juga perlu memahami dirinya, mengenali minat dan potensinya, kemudian menghubungkannya dengan pilihan pendidikan dan karier yang ingin dikembangkan,” ujar Fatir.
Menurutnya, perkembangan dunia kerja membuat pendidikan karier perlu diperluas dengan memperkenalkan isu keberlanjutan. Peserta didik perlu mulai mengenal bahwa perubahan teknologi, lingkungan, dan kebutuhan pembangunan juga melahirkan peluang pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan tertentu.
Sementara itu, Ulfah, dosen pendamping kegiatan, menjelaskan bahwa pemetaan minat merupakan salah satu langkah awal dalam membantu peserta memahami arah pengembangan dirinya.
“Pemetaan minat bukan untuk menentukan peserta harus menjadi profesi tertentu. Hasilnya justru menjadi bahan refleksi untuk membantu mereka melihat kemungkinan pendidikan, keterampilan, dan karier yang sesuai dengan potensi serta tujuan yang ingin mereka capai,” jelas Ulfah.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menuju Green Career Mapping, dengan menambahkan literasi green jobs, green skills, eksplorasi karier, konseling, dan perencanaan aksi.
Dari Pemetaan Minat Menuju Green Career Mapping
Green Career Mapping dirancang untuk mengembangkan layanan karier yang lebih komprehensif. Model ini menghubungkan beberapa tahapan, mulai dari pengenalan diri, pemetaan minat, green career awareness, eksplorasi green jobs dan green skills, konseling karier, hingga penyusunan Green Career Action Plan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak berhenti pada hasil tes minat. Hasil pemetaan digunakan sebagai titik awal untuk mengeksplorasi bagaimana minat dan potensi mereka dapat dikembangkan melalui pilihan pendidikan, keterampilan, dan karier yang memiliki relevansi dengan keberlanjutan.
Program juga diarahkan untuk melakukan follow-up dan pengukuran perubahan sehingga perkembangan peserta dapat diketahui secara lebih terukur.
Pengembangan Green Career Mapping sekaligus menjadi upaya memperkuat peran mahasiswa BKI dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi memperoleh pengalaman praktis dalam edukasi karier, asesmen, konseling, dokumentasi, dan pengembangan program berbasis isu pembangunan berkelanjutan.
Bagi pesantren dan madrasah, pendekatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif penguatan layanan pengembangan peserta didik, khususnya dalam membantu santri mempersiapkan diri menghadapi pilihan pendidikan dan dunia kerja yang terus berubah.
Ke depan, Green Career Mapping diarahkan menjadi model pendidikan dan konseling karier yang dapat dikembangkan dan direplikasi pada lebih banyak satuan pendidikan. Pengembangan tersebut akan mencakup penyempurnaan modul, instrumen pengukuran, Green Career Action Plan, dokumentasi, serta mekanisme pemantauan perkembangan peserta.
Dengan demikian, pengalaman IN-BKI Goes to School tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi dan pemetaan minat, tetapi menjadi fondasi untuk membangun pendekatan Green Career Mapping yang membantu generasi muda mengenali green jobs, mengembangkan green skills, dan menyiapkan arah karier untuk masa depan yang berkelanjutan.












