Sidenreng Rappang — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan inovasi daerah berbasis literasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendaftarkan inovasi daerah yang berasal dari pustakawan di sekolah-sekolah ke Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah Inovasi PUSTAKAWAN PINTAR. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pustakawan sekolah dalam mengembangkan ide kreatif dan inovatif, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Hasil dari pendampingan tersebut kemudian dihimpun dan didaftarkan ke Bapperida sebagai bagian dari inovasi daerah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pelaksanaan inovasi PUSTAKAWAN PINTAR juga terintegrasi dengan program KLIK IDE, yang merupakan inovasi pendampingan yang dilaksanakan oleh Bapperida. Sinergi kedua program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas inovasi di tingkat sekolah serta mendorong lahirnya berbagai gagasan baru yang berdampak positif bagi dunia pendidikan.
Pada tahun 2024, terdapat dua inovasi yang berhasil didaftarkan, masing-masing berasal dari SDN 8 Arawa dan SDN 4 Massepe. Kemudian pada tahun 2025 mendaftarkan sebanyak lima inovasi yakni SDN 3 Allakkuang, SDN 8 Benteng, SDN 10 Benteng, SDN 2 Arawa, SDN 1 Lise, kemudian tahun 2026 mendaftarkan sebanyak 7 inovasi yakni SMPN 1 Watang Pulu, SMPN 1 Panca Lautang, SDN 4 Wette’e, SDN 1 Wanio, SDN 1 Bilokka, SDN 1 Batu dan SDN 3 Sereang.
Selain itu, Pustakawan Pintar dan Klik Ide juga senantiasa berkolaborasi untuk melakukan penjaringan, pembinaan serta pembinaan inovasi secara langsung ke perpustakaan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi yang lahir dari para pustakawan sekolah dapat terus berkembang, memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas literasi, serta memperkuat ekosistem inovasi daerah. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola perpustakaan, tetapi juga sebagai agen inovasi di lingkungan pendidikan.












