“Anjang Sana Anjang Sini Ki Besti”: Inovasi Layanan Kesehatan Gratis yang Menjangkau Warga Hingga Bukber dan Tabligh Akbar di Ramadhan 1447 H

SIDENRENG RAPPANG – Suasana Ramadhan 1447 H di Kabupaten Sidenreng Rappang terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak awal Ramadhan pada 1 Ramadhan 1447 H (19 Februari 2026), tim kesehatan dari Puskesmas Pangkajene menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang unik dan dekat dengan masyarakat melalui program “Anjang Sana Anjang Sini Ki Besti.”

Program yang diinisiasi oleh Puskesmas Pangkajene ini merupakan gagasan Erna Suyuti, S.Kep., Ns. yang bertujuan menghadirkan layanan skrining kesehatan secara lebih fleksibel, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Sejak awal Ramadhan, kegiatan ini aktif melakukan pemeriksaan kesehatan di masjid-masjid setelah pelaksanaan salat subuh berjamaah. Warga yang datang beribadah dapat langsung memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Tak hanya itu, kegiatan Anjang Sana Anjang Sini Ki Besti juga turut hadir dalam berbagai kegiatan buka puasa bersama (bukber). Mulai dari undangan buka puasa di Rumah Jabatan Bupati, hingga kegiatan bukber yang diselenggarakan oleh masyarakat di berbagai tempat.

Dalam setiap kegiatan tersebut, tim kesehatan selalu hadir memberikan beragam pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Bahkan, layanan ini juga hadir pada kegiatan GASPOLL Tabligh Akbar Ramadhan yang dihadiri ribuan jamaah, sehingga semakin memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Inovasi Pelayanan Kesehatan yang Fleksibel

Program Anjang Sana Anjang Sini Ki Besti menghadirkan sejumlah keunggulan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Inovasi ini menawarkan skrining kesehatan yang integratif, responsif, berbasis pemberdayaan kader, serta memanfaatkan sistem digital dalam pengolahan data.

Pelayanan skrining kesehatan dapat dilakukan di berbagai tempat tanpa dibatasi oleh jam operasional. Bahkan masyarakat yang memiliki kegiatan hajatan atau acara keluarga dapat langsung mengundang tim kesehatan melalui chat WhatsApp atau media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Telegram milik PTM maupun Puskesmas Pangkajene.

Selain skrining kesehatan, program ini juga berfokus pada penemuan kasus dan penanganan dini penyakit tidak menular (PTM). Beberapa penyakit yang sering ditemukan di lapangan antara lain Hipertensi dan Diabetes Melitus. Masyarakat yang terdeteksi memiliki risiko penyakit tersebut akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Puskesmas dan dapat bergabung dalam Kelompok Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).

Kolaborasi dan Sistem Digital

Dalam pelaksanaannya, program ini juga menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder, lintas sektor, serta jaringan masyarakat untuk memperluas jangkauan layanan dan mempermudah akses informasi kesehatan.

Seluruh data pelayanan skrining kesehatan diolah secara online melalui beberapa aplikasi kesehatan nasional, seperti Rekam Medik Elektronik (RME) dan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Bahkan, masyarakat yang melakukan pemeriksaan juga dapat menerima notifikasi langsung melalui WhatsApp dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi kesehatan secara daring melalui WhatsApp maupun media sosial resmi Puskesmas. Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan akan dikirimkan kepada masyarakat dalam bentuk “rapor kesehatan” digital yang langsung diterima melalui nomor WhatsApp masing-masing.

Melalui inovasi Anjang Sana Anjang Sini Ki Besti, Puskesmas Pangkajene tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini penyakit, khususnya di momentum Ramadhan yang penuh kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *