Sidenreng Rappang – Pembukaan Malam Kesenian dalam rangka Hari Amal Bakti digelar di Monumen Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis malam, 22 Januari 2026. Kegiatan tingkat kabupaten ini menjadi momentum penguatan nilai seni, budaya, dan keagamaan dalam bingkai kebersamaan masyarakat Sidrap.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, Fitriadi, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sidrap, Syamsuddin. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Ikbal, yang secara resmi membuka kegiatan mewakili Bupati Sidrap.
Dalam sambutannya, Muhammad Ikbal menyampaikan bahwa Monumen Ganggawa dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai strategis dan simbolik. Menurutnya, monumen ini merepresentasikan budaya, yang ke depan akan terhubung dengan Masjid Agung sebagai simbol agama, serta Stadion Ganggawa sebagai simbol olahraga.
“Ini adalah gambaran harmonisasi alam semesta, hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Manusia sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab menjaga bumi. Seni juga mencerminkan keseimbangan, sehingga tidak hanya dipentaskan, tetapi dapat dikontekskan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhammad Ikbal.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang atas soliditas dan kerja samanya. Momentum Hari Amal Bakti, lanjutnya, diharapkan semakin memperkuat kinerja yang harmonis, khususnya di lingkungan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sidrap, Fitriadi, menegaskan bahwa kegiatan malam kesenian ini merupakan wadah ekspresi kreativitas sekaligus sarana mempererat ukhuwah antar satuan kerja di bawah Kementerian Agama.
Kegiatan Malam Kesenian Hari Amal Bakti ini dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 22 Januari hingga Sabtu, 31 Januari 2026, berlokasi di Monumen Ganggawa, Sidrap. Berbagai lomba akan diikuti oleh madrasah dan KUA, serta BMKT tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan harapan dapat melahirkan semangat kompetisi yang sehat dan bernilai edukatif.












