Nidaul Islam Paparkan Strategi Dakwah untuk Generasi Digital

SIDENRENG RAPPANG — Sesi ketiga dalam Kegiatan Pembinaan Dai dan Daiyyah yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang pada Rabu, 21 Mei 2025, menampilkan Nidaul Islam, M.Th.I., Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kab. Sidrap. Materi yang diusung bertajuk “Metode Dakwah Kreatif dan Inovatif”, sekaligus menegaskan perlunya adaptasi dakwah dengan perkembangan zaman dan karakter generasi penerus.

Dalam paparannya, Nidaul Islam memaparkan bahwa kreativitas tanpa diiringi inovasi hanya akan berhenti sebagai gagasan, tidak pernah terealisasi dalam praktik dakwah sehari-hari. Sebaliknya, pendekatan inovatif—seperti pemanfaatan media sosial, podcast, hingga teknologi AR/VR—membuka peluang luas menjangkau masyarakat modern tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam.

Ia menjelaskan segmen utama metode dakwah yang harus dikuasai para dai:

  • Bil Hikmah (nasihat bijak dan emosional) untuk menyentuh hati awam.

  • Al-Mau’izhah al-Hasanah (dialog santun) dalam berinteraksi dengan pemikiran berbeda.

  • Uswah Hasanah (teladan akhlak) melalui perilaku sehari-hari.

  • Bil Hal (tindakan nyata) dengan program sosial keumatan seperti pemberdayaan ekonomi dan pendidikan

Nidaul Islam juga menekankan tiga pilar manajemen dakwah—perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi—serta perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk influencer lokal. “Menggabungkan kreatifitas konten dengan inovasi distribusi akan menciptakan metode dakwah yang relevan dan berdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan contoh konkret:

  • Dakwah visual dalam bentuk komik dan infografis

  • Dakwah digital melalui film pendek di YouTube/TikTok

  • Program interaktif seperti webinar dengan polling dan game edukasi

Acara yang berlangsung di Aula Kemenag Sidrap ini dihadiri lebih dari 100 dai dan daiyah. Mereka antusias menanggapi ide-ide segar yang diharapkan memperkaya praktik dakwah di masing-masing masjid dan komunitas.

Kepala Seksi Bimas Islam, H. Abd. Rahim, meyakini materi ini akan memperkuat kualitas dai Sidrap. “Dengan kreativitas dan inovasi, kita bisa menjawab tantangan dakwah masa kini—menjangkau generasi muda dan masyarakat digital tanpa meninggalkan nilai tradisional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *