Temui Fadli Zon, Wabup Bone Dorong Revitalisasi Bola Soba dan Festival Gau’ Maraja 2026

JAKARTA – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin terus bergerak mencari dukungan pemerintah pusat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja dan audiensi di Kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Bone diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, didampingi jajaran pejabat kementerian, di antaranya Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko, serta Kepala Pusdatin Andi Syamsu Rijal.

Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, A. Murni AL, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone Andi Promal Pawi, serta Ketua Umum Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka Muhammad Sapri Andi Pamulu.

Audiensi berlangsung hangat dan produktif dengan fokus pada penguatan pelestarian budaya daerah serta percepatan pembangunan dan rehabilitasi cagar budaya di Kabupaten Bone.

Pemerintah Kabupaten Bone memaparkan rencana strategis pembangunan kembali Rumah Adat Bola Soba sebagai salah satu ikon sejarah dan kebanggaan masyarakat Bone.

Selain itu, diajukan pula proposal dukungan untuk pelaksanaan Festival Seni Budaya Gau’ Maraja Bone 2026 yang mengusung tema “Simfoni Lumbung Merayakan Pangan dan Budaya.”

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperjuangkan pelestarian budaya di tengah keterbatasan anggaran. Ia menilai upaya jemput bola tersebut menunjukkan keseriusan daerah dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Menurutnya, pembangunan kembali Rumah Adat Bola Soba memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan destinasi budaya yang berpotensi menarik wisatawan.

“Terkait Gau’ Maraja Bone 2026, kami menyambut baik konsep yang mengangkat keterkaitan antara budaya dan ketahanan pangan. Kementerian terbuka memberikan dukungan selama program direncanakan secara matang dan berkelanjutan,” ujar Fadli Zon.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa langkah jemput bola ke kementerian merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Beramal.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami bersama Bapak Bupati tetap berkomitmen menghadirkan program strategis. Karena itu, kami aktif membangun komunikasi dan mencari dukungan dari pemerintah pusat agar sektor kebudayaan tetap berjalan optimal,” tegas Andi Akmal.

Ia menambahkan, sektor kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian nilai sejarah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi masyarakat dan memperkuat identitas daerah.

“Gau’ Maraja bukan sekadar festival, tetapi representasi jati diri masyarakat Bone. Melalui tema ‘Simfoni Lumbung’, kami ingin menghadirkan harmoni antara budaya dan pangan sebagai kekuatan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan bersama,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *