Pimpinan Ponpes se-Kabupaten Sidrap Gelar Pertemuan Rutin, Dukung Penuh Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel

FKPP Sidrap gelar pertemuan rutin, Rabu (26/2/2025) (Foto: Humas)

SIDRAP, BOCAHRAKYAT.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar pertemuan rutin mendukung penuh Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel.

Pertemuan mereka digelar di pondok pesantren (Ponpes) Nurul Ilmi Barukku, Desa Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Rabu (26/02/2025).

Pada kesempatan itu, dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sidrap, H. Muhammad Idris Usman didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan pondok pesantren (PD. Pontren) Masrurah Said beserta seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sidrap.

Beberapa agenda pembahasan diantaranya, sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak, selanjutnya adalah tindak lanjut program Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel serta beberapa membahas mengenai pengembangan kurikulum dan eksistensi pondok pesantren kedepan.

Mengawali laporannya, Kasi PD. Pontren, Masrurah Said mengatakan bahwa eksistensi pondok pesantren saat ini terus berkembang, berbagai kebijakan pun tengah bermunculan ditengah proses berdirinya direktur jenderal tersendiri atau unit eselon I yang menaungi pondok pesantren di Kemenag RI.

Selain itu, Ia juga menyampaikan terkait Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 91.

“Terkait KMA nomor 91 ini, kami telah menindak lanjuti dengan menetapkan pondok pesantren DDI Assalman Allakuang sebagai pilot project pesantren ramah anak. Namun kami tetap berharap seluruh pesantren kiranya menerapkan hal tersebut sebagaimana salah satu Asta Aksi Kemenag Sulsel,” jelasnya.

“Juga yang kami tindak lanjuti program Asta Aksi ini adalah Kemenag Go Green, sejatinya semua pesantren di Sidrap tak lepas dari penghijauan dengan lingkungan yang menyatu dengan alam. Namun kami terus mengimbau untuk menata pesantren dengan baik dalam mewujudkan program ini,” lanjut Kepala MTs DDI Wanio pada masanya itu.

Sementara itu, kepala kantor Kemenag Sidrap, H Muhammad Idris Usman dalam sambutannya mengharapkan seluruh pimpinan pondok pesantren agar aktif membangun komunikasi dengan baik dengan sesama pondok pesantren di Kabupaten Sidrap.

“Saya kira pertemuan seperti ini menjadi atensi kita semua, selain sebagai ajang silaturahim juga wadah untuk menampung segala permasalahan untuk kemudian secara bersama-sama dicarikan jalan keluar atau solusi,” ucapnya.

Sebagai seorang santri yang dulu pernah menjadi pembina di salah satu pesantren di Kota Parepare, H Muhammad Idris Usman juga mencurahkan segala isi hati dan perasaan yang dialaminya saat itu. Namun satu pesan yang ia pegang sampai saat ini adalah, Ikhlas dan Fokus.

Terkait dengan pesantren ramah Anak, H Muhammad Idris Usman mengungkapkan bahwa tujuan ini tidak lain dari melindungi hak anak serta memberikan ruang atau wadah dalam mengembangkan bakat dan minat santri di semua bidang.

“Sisa bagaimana kita membimbing, mengontrol kegiatan santri kita, dan yang tak kalah pentingnya adalah menghindarkan diri dari perilaku yang tercela dan tidak terpuji dihadapan Santri,” ungkapnya.

Terakhir, masuk sesi diskusi dari seluruh pimpinan pondok pesantren yang dipandu langsung oleh Kasi PD. Pontren didampingi Staf Pengelola yang juga selalu Operator Emis PD. Pontren yang juga mengingatkan para Pimpinan untuk terus mengimbau para Operatornya untuk aktif dan mengupdate perkembangan yang ada.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren bersama anggota menyepakati siap mendukung dan mensupport program Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel utamanya pesantren ramah anak dan Kemenag Sulsel Go Green.

Menurutnya, program ini sangat tepat diterapkan, selain untuk merawat pesantren juga tetap mempertahankan bahkan meningkatkan eksistensi pondok pesantren dimasa yang akan datang. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *