Meski Kalah 4-0, Pemain Afrika Kahu Sukses Ramaikan Penjualan Karcis

BONE – Meski harus menelan kekalahan telak 4-0 dari Kecamatan Tonra pada babak 16 besar Bone Beramal Cup 2026, Kecamatan Kahu justru sukses mencuri perhatian ribuan penonton lewat kehadiran tiga pemain asing asal Afrika.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, dipadati penonton sejak sebelum kick off dimulai, Selasa (12/05/2026) sore.

Tribun stadion bagian barat dan timur tampak penuh sesak. Bahkan sebagian warga terpaksa berdiri di luar pagar lapangan karena tidak mendapatkan tempat duduk.

Antusiasme masyarakat disebut dipicu rasa penasaran terhadap tiga pemain asing milik Kahu, yakni Sackie Teah Doe, gelandang asal Liberia, Henry Gowene Baysah, bek asal Liberia, serta Silas Abednego Uzondu, penyerang asal Nigeria.

Selain itu, tak kalah menarik perhatian ialah Erwin Gutawa, eks pemain PSM Makassar yang saat ini memperkuat PSMS Medan, turut membela Kecamatan Tonra dan langsung menjadi sorotan sejak memasuki lapangan.

Pemain asal Bone Tonra tersebut dikenal memiliki gaya bermain bertahan yang agresif dan lugas hingga dijuluki sebagian penggemar sebagai “Sergio Ramos Indonesia”.

“Saya cepat-cepat datang ambil tempat duduk karena penasaran mau lihat langsung pemain Afrika itu. Kalau Erwin Gutawa sudah sering kita lihat di TV dan media sosial,” ujar salah seorang penonton.

Selain menjadi hiburan bagi pecinta sepak bola, ramainya pertandingan juga berdampak pada penjualan karcis masuk stadion yang dibanderol Rp10 ribu per orang.

Dengan kapasitas Stadion Lapatau sekitar 15 ribu penonton, laga tersebut dinilai memberi dampak ekonomi tersendiri.

Salah satu pecinta sepak bola Bone, Idham, mengapresiasi langkah Kecamatan Kahu yang menghadirkan pemain asing sehingga mampu meningkatkan animo masyarakat untuk datang langsung ke stadion.

Namun, ia berharap tingginya penjualan karcis bisa memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Mudah-mudahan penjualan karcis ini benar-benar memberi dampak positif bagi daerah, bukan hanya untuk oknum tertentu. Apalagi pertandingan masih panjang dan antusias penonton diperkirakan tetap ramai pada laga-laga berikutnya,” katanya.

Di atas lapangan, Kecamatan Tonra tampil lebih dominan. Tim yang diperkuat Erwin Gutawa berhasil mengunci kemenangan telak 4-0 sekaligus memastikan tiket ke babak selanjutnya di Bone Beramal Cup 2026.

Kehadiran Bone Beramal Cup 2026 selain memberikan hiburan menarik bagi masyarakat, juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang kaki lima yang berjualan di area sekitar maupun di dalam Stadion Lapatau Matanna Tikka.

Bone Beramal Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola antar kecamatan se-Kabupaten Bone yang berlangsung mulai 4 hingga 18 Mei 2026 dengan menggunakan sistem gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *