BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman memastikan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Prabowo–Gibran di wilayahnya berbasis pangan lokal, organik, dan aman dikonsumsi anak sekolah. Program ini diyakini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi emas dari Bumi Arung Palakka.
“Kehadiran MBG tidak sekadar soal pemenuhan gizi, tetapi juga mencerdaskan, menguatkan ketahanan tubuh, serta mendukung kualitas pembelajaran anak-anak. Kita wajib mengawal ini bersama agar Bone melahirkan generasi emas dari pelosok desa hingga perkotaan,” tegas Bupati, Senin (29/9/2025).
Program MBG di Bone tidak hanya fokus pada penyediaan makanan gratis, melainkan menekankan penggunaan bahan pangan lokal yang sehat dan berbasis organik.
Bupati menegaskan keamanan pangan adalah hal mutlak, sehingga bahan makanan harus bebas kontaminasi kimia berbahaya, termasuk residu pestisida.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bone segera meluncurkan Kebun MBG Terintegrasi yang memproduksi buah, sayur, hingga ternak dalam ekosistem organik.
Rantai pasok MBG nantinya dikelola koperasi desa dengan pengawasan lintas sektor mulai dari kepala desa, penyuluh pertanian, tenaga kesehatan gizi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Terpadu Keamanan Pangan.
Hingga kini, Pemkab Bone telah menyiapkan 52 Unit Proses MBG, tujuh di antaranya sudah berjalan. Targetnya, hampir seluruh unit beroperasi dalam bulan ini.
Bupati berharap program ini mampu memastikan anak-anak Bone tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ia optimistis MBG akan menjadi fondasi lahirnya kembali tokoh-tokoh nasional dari Bone, daerah yang sejak lama dikenal sebagai “kampung menteri”.
“Insya Allah, melalui MBG ini kita wujudkan generasi Bone yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing. Dari Bone, kita kembali buktikan mampu melahirkan pemimpin nasional,” pungkasnya.












