Bapperida dan Dinas Perpustakaan Lakukan Pendampingan Inovasi dan Literasi di TK Negeri PGRI Standar Corawali

Sidenreng Rappang, 5 Juni 2026 – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sidenreng Rappang bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan kunjungan ke TK Negeri PGRI Standar Corawali pada Jumat (5/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring sekaligus memberikan pendampingan inovasi daerah serta meninjau pelaksanaan literasi pembelajaran di lingkungan sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, tim Bapperida melakukan pendampingan terhadap inovasi daerah bertajuk “KASIH SAYANG” (Kreasi Anak Si Hebat, Sampahku Aku Yakin Kelola Ada Nilai Guna) yang dikembangkan oleh Hasni, S.Pd., selaku tenaga pendidik di TK Negeri PGRI Standar Corawali. Inovasi ini merupakan sebuah model pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai guna sebagai media belajar bagi anak usia dini.

Melalui inovasi KASIH SAYANG, peserta didik diajak untuk mengenal pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan daur ulang dan pemanfaatan barang bekas. Inovasi ini bertujuan mewujudkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna dengan menanamkan karakter peduli lingkungan, kreativitas, serta kemandirian anak sejak usia dini. Dengan pendekatan yang aplikatif dan menyenangkan, anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang berkesan, tetapi juga memahami bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan manfaat.

Selain melakukan monitoring terhadap implementasi inovasi, tim Bapperida juga memberikan pendampingan teknis dalam penyusunan dokumen inovasi daerah sebagai bagian dari persiapan penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026. Pendampingan difokuskan pada penyusunan 20 dokumen inovasi yang menjadi komponen penting dalam proses penilaian dan pelaporan inovasi daerah.

Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung dengan memberikan arahan terkait kelengkapan dokumen, penyusunan bukti dukung, serta pemetaan indikator yang diperlukan dalam penginputan Indeks Inovasi Daerah. Melalui pendampingan ini, diharapkan sekolah mampu meningkatkan kualitas dokumentasi inovasi yang telah dilaksanakan.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan, ditargetkan sedikitnya 50 persen dokumen inovasi yang dibutuhkan dapat tersusun dan tersedia sebagai bahan pendukung penginputan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026. Ketersediaan dokumen yang lengkap dan sistematis diharapkan dapat mendukung optimalisasi pelaporan inovasi serta meningkatkan kualitas inovasi yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang turut melakukan peninjauan terhadap proses literasi pembelajaran yang diterapkan di TK Negeri PGRI Standar Corawali. Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat praktik-praktik baik dalam pengembangan budaya baca dan literasi sejak usia dini, sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah literasi.

Hasni, S.Pd., selaku tenaga pengajar sekaligus inovator penggagas inovasi KASIH SAYANG, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh Bapperida Kabupaten Sidenreng Rappang. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik terkait penyusunan dokumen inovasi daerah serta menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak positif bagi peserta didik.

“Pendampingan ini sangat membantu kami dalam memahami proses penyusunan dokumen inovasi daerah sekaligus memperkuat implementasi inovasi yang telah berjalan. Kami berharap inovasi KASIH SAYANG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak maupun lingkungan sekitar,” ungkap Hasni.

Melalui kegiatan ini, Bapperida bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong tumbuhnya budaya inovasi dan literasi di lingkungan pendidikan. Sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat, mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta membentuk generasi yang kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan gemar belajar sejak usia dini. (Adnan Saleh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *