Ragam  

OII Kampus Jakarta Genap 64 Tahun, Bidik SDM Unggul untuk Masa Depan Laut Indonesia

JAKARTA – Menjawab tantangan masa depan sektor kelautan dan perikanan tak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Dibutuhkan SDM unggul yang terampil, inovatif, menguasai teknologi, dan memahami prinsip keberlanjutan. Hal inilah yang menjadi arah penguatan Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Jakarta–Politeknik Ahli Usaha Perikanan saat memasuki usia 64 tahun.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Dies Natalis ke-64 OII Kampus Jakarta, Senin (7/9/2026).

Mengusung tema “Towards a Green Campus, Blue Food, and Sustainable Fisheries”, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat transformasi pendidikan vokasi kelautan dan perikanan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha, industri, serta perkembangan teknologi.

64 Tahun Bukan Sekadar Angka

Direktur Eksekutif OII sekaligus Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), I Nyoman Radiarta, mengatakan perjalanan 64 tahun harus menjadi pijakan untuk terus berbenah.

OII Kampus Jakarta telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan vokasi kelautan dan perikanan Indonesia. Bahkan, usianya satu tahun lebih tua dibandingkan Institut Pertanian Bogor.

Kini, OII hadir sebagai ekosistem pendidikan yang menaungi satuan pendidikan tinggi kelautan dan perikanan. Transformasi itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing SDM sektor kelautan dan perikanan.

D3 Siap Kerja, D4 Perkuat Teknologi

Pengembangan pendidikan OII diarahkan melalui jenjang Diploma III (D3) dan Diploma IV (D4).

Program D3 difokuskan untuk mencetak tenaga terampil dan siap kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Sementara D4 diarahkan pada pengembangan sains, teknologi, dan riset sektor kelautan dan perikanan.

Dengan pola tersebut, pendidikan vokasi tidak berhenti pada teori, tetapi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan.

Nyoman: Kolaborasi Jadi Kunci

Nyoman menegaskan penguatan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” ujar Nyoman.

Karena itu, OII Kampus Jakarta terus didorong memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama tersebut diharapkan semakin mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan industri, membuka ruang pengembangan kompetensi, sekaligus memperkuat inovasi dan riset.

Semangat tersebut turut mewarnai puncak Dies Natalis ke-64. Kegiatan diisi senam bersama, drum band, karnaval, tarian Betawi, penanaman padi dalam galon, pemberian penghargaan bagi pegawai purna bakti dan pegawai terbaik, pameran produk kelautan dan perikanan, hingga mini soccer.

Memasuki usia 64 tahun, OII Kampus Jakarta menegaskan arah baru pendidikan vokasi: mencetak SDM yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.

64 tahun perjalanan menjadi modal. SDM unggul menjadi taruhan untuk memastikan laut Indonesia tetap produktif, pangan biru terus tumbuh, dan perikanan berkelanjutan bukan sekadar slogan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *