Feroza Terbakar di Libureng, Ada Dugaan Aktivitas Solar Subsidi di Balik Peristiwa

BONE – Kepulan asap hitam membubung dari sebuah mobil Daihatsu Feroza di Dusun Labombo, Desa Wanuawaru, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Senin (7/9/2026) siang.

Mobil bernomor polisi DD 192 TS itu terbakar sekitar pukul 14.15 Wita. Lokasinya disebut berada tak jauh dari SPBU Libureng dan sebuah gudang yang oleh warga diduga digunakan sebagai tempat penampungan solar subsidi.

Di balik peristiwa kebakaran tersebut, muncul informasi mengenai dugaan aktivitas melangsir bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut mobil yang terbakar diduga digunakan untuk mengangkut solar dari SPBU menuju sebuah gudang di sekitar lokasi.

“Gudangnya SD, itu di depan SPBU,” ujar sumber tersebut.

Ia juga menduga kebakaran terjadi ketika BBM sedang dipindahkan dari kendaraan ke tempat penampungan.

Sumber yang sama menyebut seorang berinisial SD diduga berperan sebagai pengumpul BBM dan disebut bekerja sama dengan HM dalam aktivitas tersebut.

Namun, dugaan mengenai aktivitas penampungan dan pengumpulan solar subsidi itu masih sebatas informasi warga dan belum menjadi kesimpulan resmi aparat kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Libureng IPTU Syafri dalam bahan keterangan (baket) kepada awak media menyebut, mobil tersebut merupakan Daihatsu Feroza Maroon Metallic tahun 1997 milik Hj. Andi Sukmawati, 61 tahun, warga Dusun Labombo, Desa Wanuawaru.

Keterangan saksi, Asfiana Nova, yang merupakan anak pemilik kendaraan, menyebut mobil saat itu berada di tempat pencucian mobil di area rumah dan dalam kondisi diservis atau diperbaiki.

Saksi melihat percikan api muncul dari bagian kap mobil. Tak lama kemudian, api menjalar dan membakar seluruh bagian kendaraan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.45 Wita menggunakan satu unit mobil tangki air milik Pabrik Gula Camming.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta.

Pihak Polsek Libureng telah mendatangi lokasi kejadian. Dari keterangan awal kepolisian, kebakaran diduga disebabkan korsleting pada komponen kelistrikan mobil.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan penggunaan kendaraan untuk melangsir solar subsidi membuat peristiwa tersebut menyisakan tanda tanya.

Apakah kebakaran itu semata akibat korsleting pada kendaraan, atau terdapat aktivitas lain yang berkaitan dengan keberadaan mobil tersebut di lokasi? Jawabannya masih menunggu penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi yang disampaikan warga terkait dugaan aktivitas melangsir dan penampungan solar subsidi tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *