BONE – Dugaan penyalahgunaan solar subsidi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian publik pada Senin (13/07/2026).
Kali ini, seorang pria yang disebut bernama Luke diduga menantang seorang wartawan untuk bertemu secara langsung setelah namanya dikaitkan dalam pemberitaan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar beberapa waktu lalu.
informasi yang dihimpun, tantangan itu disampaikan Luke melalui pesan WhatsApp. Sejumlah sumber menilai isi pesannya bernada emosional dan terkesan sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.
Tantangan tersebut kemudian disanggupi wartawan. Namun, menurut sumber, hingga waktu dan lokasi yang telah disepakati, Luke tidak kunjung datang.
“Luke menantang, ingin bertemu secara langsung, tapi setelah ditunggu tidak muncul,” ujar salah seorang sumber.
Peristiwa itu memicu desakan agar aparat penegak hukum menelusuri dugaan keterlibatan Luke dalam praktik penyalahgunaan solar subsidi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Luke disebut diduga berdomisili dan beraktivitas di wilayah Desa Ureng, Kecamatan Palakka, tepatnya di sekitar perbatasan Kecamatan Palakka dan Kecamatan Ulaweng. Informasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Saat dikonfirmasi, Luke tidak memberikan penjelasan terkait substansi dugaan yang diberitakan. Ia hanya mengatakan, “Saya sudah bilang sudah aman.” Luke juga menyampaikan, “Kalau tidak mau dicampuri, jangan tanyakan ke saya.”
Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab pokok persoalan yang menjadi perhatian publik. Karena itu, sejumlah pihak berharap aparat mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan solar subsidi sekaligus memastikan kerja-kerja jurnalistik dapat berjalan tanpa intimidasi maupun tekanan dari pihak mana pun.
Segala bentuk dugaan intimidasi terhadap kerja wartawan sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan pers yang dijamin undang-undang serta berpotensi menghambat penyampaian informasi kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi maupun dugaan yang berkembang.












