BONE – Aktivitas antrean kendaraan yang diduga merupakan kendaraan proyek di SPBU Palakka, Jalan MT Haryono, poros Bone–Makassar, kembali menjadi sorotan, Kamis (2/7/2026).
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah dump truk jumbo, mulai dari enam roda hingga 10 roda, hampir setiap malam terlihat mengantre di SPBU tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan berukuran besar itu bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang hampir setiap malam.
Fenomena tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai jenis BBM yang diisi serta apakah kendaraan-kendaraan tersebut memenuhi ketentuan apabila melakukan pengisian BBM bersubsidi.
“Kalau malam sering sekali terlihat antre, kadang datang berkelompok. Kami juga tidak tahu mereka isi BBM apa, tapi kondisi seperti ini sudah sering terjadi sehingga menimbulkan tanda tanya di masyarakat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 sebagaimana terakhir diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2022, Bio Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok pengguna tertentu.
Apabila kendaraan operasional proyek konstruksi menggunakan Bio Solar bersubsidi, diperlukan kejelasan mengenai dasar hukumnya, termasuk apakah kendaraan tersebut memenuhi kriteria sebagai penerima BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga berharap Pertamina, aparat penegak hukum, dan instansi terkait melakukan pengawasan untuk memastikan penyaluran BBM di SPBU tersebut berlangsung sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Untuk memperoleh penjelasan, media ini telah mengonfirmasi Pengelola SPBU Palakka, Yenni, terkait aktivitas antrean dump truk di SPBU tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Yenni belum memberikan tanggapan. Meski telah menerima konfirmasi dan diberi kesempatan memberikan penjelasan, yang bersangkutan memilih bungkam.
Akibatnya, berbagai pertanyaan mengenai aktivitas antrean kendaraan proyek tersebut hingga kini masih belum mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola SPBU.












