Sengketa Lahan Berujung Bentrok di Bone, Seorang Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

BONE – AR (40), warga Masumpu, Kelurahan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru gas air mata saat terjadi kericuhan dalam sengketa lahan di Jalan Andi Pangerang, Rabu (10/06/2026).

Menurut keterangan warga, tim dari Pengadilan Negeri Bone yang dikawal aparat gabungan datang untuk melakukan pengukuran lahan.

Namun, upaya tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga yang masih bermukim di lokasi sengketa.

Situasi kemudian memanas dan berujung bentrokan. Warga disebut melakukan perlawanan dengan melempar batu dan bom molotov ke arah aparat.

Untuk membubarkan massa, aparat gabungan melepaskan gas air mata.

Namun, menurut keluarga AR, terdapat oknum aparat yang diduga melepaskan tembakan secara lurus ke arah massa hingga mengenainya.

“Akibat insiden tersebut, AR dikabarkan langsung terkapar setelah terkena tembakan. Ia mengalami luka lecet dan bengkak di bagian pelipis kiri hingga area sekitar mata, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.” Ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sengketa lahan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan beberapa kali berujung pada upaya eksekusi.

“Sudah tiga kali mau dieksekusi berdasarkan putusan pengadilan, tetapi belum pernah berhasil sampai sekarang. Sebagian warga sudah meninggalkan lokasi, namun masih ada yang bertahan karena merasa masih memiliki hak atas tanah tersebut,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pengadilan Negeri Bone terkait insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *