BONE – Sebanyak 28 warga yang sempat terjebak air bah di kawasan sungai dan tersesat di pegunungan Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berhasil dievakuasi dengan selamat, Kamis (28/5/2026).
Peristiwa tersebut kembali membangkitkan ingatan masyarakat terhadap tragedi air bah di kawasan Salo Marungnge, Desa Ureng, Kecamatan Palakka, pada 2016 silam yang sempat menelan korban jiwa.
Meski seluruh korban kali ini berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR gabungan, kejadian tersebut memunculkan kembali kekhawatiran warga terhadap ancaman banjir bandang di jalur sungai pegunungan yang saling terhubung antara wilayah Usa dan Ureng.
Tim gabungan dari BPBD Bone, Basarnas, Satpol PP, TNI-Polri bersama masyarakat berjibaku melakukan proses penyelamatan setelah menerima laporan adanya puluhan warga terjebak air bah dan tersesat di gunung.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bone, M. Nur Fajar, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 17.30 WITA. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bone kemudian langsung bergerak menuju lokasi.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 19.00 WITA dan langsung dibawa ke Puskesmas Usa untuk pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Adapun 28 warga yang berhasil dievakuasi masing-masing Nur Fadillah (21), Nur Faisah (11), Mutiara (24), Nur Sakila Putri (12), Wakia (10), Faidil (20), Muh Fahri (23), A. Reski (21), Alif (22), Aditia (19), Fadil (20), Alfasia (11), Ahmad Aufar (15), Andi Andra Saputra (16), Bayu (22), Arya Bahar (22), Ahmad Rhyu (17), Raja Irawan (16), Muh Fadli Ansa (17), Farel (16), Muh Gio Fardan (16), Dwiki (17), Muh Rafli (18), A. Muh Fahri (18), A. Naufal Atsir (17), Ramdani Wahid (18), A. Muh Alfatir (17), dan Adil (23).
Peristiwa ini mengingatkan masyarakat pada tragedi air bah di kawasan wisata Salo Marungnge, Desa Ureng, Kecamatan Palakka, pada 13 November 2016 lalu.
Saat itu, ratusan wisatawan yang tengah menikmati liburan di sekitar aliran sungai dan air terjun dikagetkan datangnya banjir bandang secara tiba-tiba dari hulu sungai.
Arus deras yang datang mendadak menyeret sejumlah pengunjung dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Tragedi tersebut hingga kini masih membekas di ingatan warga sekitar karena kawasan sungai di pegunungan Palakka dikenal memiliki karakter aliran yang dapat berubah ekstrem saat hujan deras turun di wilayah hulu.
Warga menyebut aliran sungai di kawasan Desa Usa memiliki keterhubungan langsung dengan jalur air Salo Marungnge di Desa Ureng. Karena itu, setiap muncul kabar air bah di kawasan pegunungan, kekhawatiran masyarakat kembali muncul.
BPBD Bone pun kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pegunungan dan aliran sungai, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu banjir bandang secara tiba-tiba.












