BONE – Sejumlah petani di Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian mereka.
Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan membuat petani terpaksa mencari pupuk hingga ke kecamatan lain.
Salah seorang warga mengaku kesulitan memperoleh pupuk subsidi melalui jalur resmi kelompok tani. Bahkan jika tersedia, harga pupuk disebut sudah jauh di atas harga yang dianggap wajar oleh petani.
“Sulit mendapatkan pupuk, biasanya ambilnya melalui kelompok tani,” ujar seorang petani kepada awak media, Kamis (28/05/2026).
Biasanya petani menebus pupuk bersubsidi melalui kelompok tani karena dinilai lebih memudahkan dibanding harus melakukan penebusan langsung di gudang pengecer resmi, terutama bagi petani yang terkendala transportasi dan akses kendaraan.
Menurutnya, harga pupuk subsidi yang dianggap masih wajar berkisar Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per zak dengan sistem terima di lokasi. Namun belakangan harga disebut bisa mencapai Rp140 ribu per zak.
“Kalau harga Rp120 atau Rp125 ribu masih wajar terima lokasi, tapi kalau Rp140 ribu itu sudah kemahalan,” katanya.
Ia juga menyoroti adanya dugaan praktik penjualan pupuk dengan sistem pembayaran setelah panen atau biasa disebut bayar panen namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Tapi oknum rata-rata tidak mau kalau bayar langsung atau di-kes. Maunya dibayar setelah panen dengan harga sampai Rp180 ribu,” lanjutnya.
Petani mengaku heran karena di satu sisi pupuk sering disebut tidak tersedia, namun di sisi lain tetap ada pihak tertentu yang diduga memiliki stok pupuk dan menjualnya dengan harga lebih mahal.
“Kita juga heran oknum-oknum ini dapat pupuk dari mana. Biasanya melalui kelompok tani dibilang stok tidak ada, tapi ada oknum yang punya stok jadi terpaksa dibeli daripada tidak ada sama sekali,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait turun tangan melakukan pengawasan distribusi pupuk subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak memberatkan petani kecil.












