BONE – Sejumlah petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengaku menggunakan gas melon atau gas elpiji tiga kilogram sebagai bahan bakar mesin pompa air untuk mengairi persawahan.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone akibat tingginya penggunaan gas bersubsidi di sektor pertanian sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Rata-rata petani menggunakan tabung gas untuk mesin pompa air, terutama saat sawah mulai kering,” ungkap Ical, salah seorang petani, Minggu (19/01/2026).
Menurut petani, penggunaan gas elpiji tiga kilogram dinilai lebih irit dan praktis dibandingkan bahan bakar lainnya. Dalam sehari semalam, satu hingga dua tabung gas bisa habis digunakan.
“Irit pemakaian dan mudah didapat di kios maupun pangkalan terdekat,” ungkap warga lainnya.
Namun ironisnya, dugaan pelangsiran solar subsidi dalam jumlah besar menggunakan jeriken disebut berlangsung lancar.
Sebagian besar solar tersebut diduga diambil dengan memanfaatkan surat rekomendasi pertanian oleh oknum tertentu di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone.
“Kalau memang solar subsidi sebagian disalurkan ke sektor pertanian, kenapa banyak petani justru mengaku memakai gas? Sementara hampir setiap hari terlihat pelangsir ramai di SPBU dengan alasan untuk pertanian,” ungkap warga dengan nada heran.
Warga menilai kondisi tersebut janggal, mengingat tidak semua wilayah di Kabupaten Bone saat ini memasuki musim panen atau membutuhkan aktivitas pertanian secara intensif.
Salah satu manajer SPBU di Kota Watampone membenarkan adanya pengisian solar subsidi menggunakan jeriken kepada pelangsir yang mengantongi barcode atau surat rekomendasi.
“Selain melayani kendaraan, SPBU juga melayani pengisian solar subsidi menggunakan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh dinas terkait, sesuai peruntukannya dan SPBU yang dituju,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan distribusi dan penggunaan solar bersubsidi di Kabupaten Bone.
Warga berharap pihak terkait dapat mengusut aktivitas pelangsiran yang mengatasnamakan sektor pertanian, sehingga penyaluran solar subsidi tidak disalahgunakan dan benar-benar tepat sasaran.












