Ragam  

Pengaspalan Jalan Langsat Bone Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Berpotensi Rugikan Negara

Proyek pengaspalan jalan Langsat, Watampone pada Minggu (14/12/2025) malam sekitar pukul 20.37 WITA.

BONE – Proyek pengaspalan Jalan Langsat di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Dugaan tersebut mencuat menyusul pelaksanaan pengaspalan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pengaspalan diketahui dilakukan pada Minggu malam (14/12/2025) sekitar pukul 20.37 WITA, saat kondisi jalan masih basah dan terdapat genangan air pascahujan pada sore harinya.

Kondisi tersebut dinilai berisiko menurunkan daya lekat aspal dan berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Proyek sekitar Rp10,9 miliar itu dikerjakan CV Ilham Jaya Anugrah melalui Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel TA 2025 untuk sejumlah ruas jalan di Watampone.

Seorang warga bernama Ruse mengaku memiliki pengalaman di bidang pengaspalan menilai, penghamparan aspal tidak semestinya dilakukan di atas permukaan jalan yang basah.

“Kalau aspal dihampar saat jalan masih basah, daya rekatnya tidak maksimal. Umumnya tidak akan bertahan lama dan cepat rusak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pekerjaan yang dipaksakan dalam kondisi tidak ideal berpotensi menurunkan kualitas dan menimbulkan pemborosan anggaran.

Pekerjaan tersebut pun memunculkan pertanyaan terkait fungsi pengawasan teknis, termasuk peran konsultan pengawas dan dinas terkait.

Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas BMCKTR Kabupaten Bone yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jumran, membantah pengaspalan dilakukan di atas genangan air.

Ia menegaskan permukaan jalan telah dikeringkan menggunakan kompresor sebelum aspal dihamparkan.

Ia juga mengklaim suhu aspal masih memenuhi standar teknis di atas 135 derajat Celcius, serta menyebut kondisi cuaca saat itu hanya gerimis ringan.

Terkait jaminan mutu, Jumran menyatakan kualitas pekerjaan akan dibuktikan melalui uji laboratorium sebelum serah terima.

“Untuk mutu, ada uji laboratorium sebelum serah terima,” katanya.

Jumran mengaku masih berada di lokasi hingga menjelang waktu magrib dan menyebut kondisi cuaca saat itu hanya gerimis ringan.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, sempat melakukan pengawasan langsung di lokasi pada sore hari sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bone memastikan proyek infrastruktur publik berjalan sesuai prosedur, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang menilai pengawasan bupati mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan.

Namun, dokumentasi di lapangan pada malam harinya menunjukkan proses pengaspalan masih berlangsung saat kondisi jalan terlihat basah, dengan genangan air tampak di sejumlah titik.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana, CV Ilham Jaya Anugrah. Namun, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *