New York, AS — Sebuah momen penuh haru dan spiritual terjadi di Masjid Al Hikmah, New York, ketika Muhammad Yusuf, M.Pd.I, dosen IAIN Parepare yang saat ini menjalankan pengabdian masyarakat di Amerika Serikat, memandu pengucapan dua kalimat syahadat seorang mualaf keturunan Spanyol, bernama John.
Peristiwa menggetarkan hati itu terjadi usai salat Maghrib, 6 April 2025. Muhammad Yusuf yang bertugas sebagai imam malam itu, dikejutkan oleh ketukan pintu masjid disertai ucapan salam, “Assalamu Alaikum.” Saat membuka pintu dan menjawab salam, salah satu jamaah bernama Yahya, keturunan Bangladesh, dengan antusias menyampaikan, “Imam Yusuf, there is a brother wanna say syahadah.”
Mendengar kabar tersebut, Muhammad Yusuf merespons dengan penuh sukacita, “Ooh Masya Allah, My goodness, come in! I am really happy to hear that.” Ia kemudian mengajak John dan Yahya masuk ke ruang perpustakaan masjid untuk berdialog secara personal sebelum prosesi syahadat dilakukan.
Sebelum membimbingnya mengucap dua kalimat syahadat, Muhammad Yusuf bertanya, “Why are you interested in Islam? What makes you strongly decide to convert as a Muslim?” John menjawab dengan tenang namun penuh keyakinan, “I have learned Islam for a long time before I decided to be a Muslim.” Jawaban itu menyentuh hati sang imam, yang melihat kesungguhan dan cinta John terhadap Islam lahir dari proses pencarian dan pemahaman mendalam.
“Saya sangat terharu. Ini bukan keputusan emosional sesaat, melainkan hidayah—sebuah karunia besar dari Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya,” ungkap Muhammad Yusuf.
Setelah dialog singkat yang sarat makna, John akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar dan penuh keyakinan, menandai awal barunya sebagai seorang Muslim.
Peristiwa ini bukan hanya menambah kebahagiaan bagi komunitas Muslim di Masjid Al Hikmah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa cahaya Islam terus menyinari hati manusia di berbagai penjuru dunia.












