Peran Keluarga Sulaiman di Tengah Banjir Bone

Andi Amran Sulaiman bersama Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dan Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibi saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Panyula, Senin (11/05/2026)

BONE – Penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mendapat perhatian serius dari keluarga Sulaiman.

Mulai dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman hingga Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman turut ambil bagian membantu masyarakat terdampak banjir.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, membuat pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menjadi pihak pertama yang turun langsung ke lokasi sejak Jumat (8/5/2026) dini hari.

Ia memimpin penanganan awal dengan mendirikan posko bencana, dapur umum, hingga menyalurkan bantuan dan santunan kepada warga terdampak banjir.

Penanganan kemudian diperkuat oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang datang meninjau lokasi banjir pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam kunjungannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan Rp1 miliar dan 500 paket bantuan untuk masyarakat terdampak.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Bone pada Senin (11/5/2026).

Kedatangannya bersama rombongan membawa bantuan dari Kementerian Pertanian RI berupa 33 truk pangan dan sembako senilai Rp9 miliar.

Tak hanya bantuan pemerintah, Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp1 miliar. Bantuan tambahan turut diberikan Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebesar Rp500 juta.

“Saya tergerak hati saya, karena daerah lain saja bencana saya datang, apalagi ini kampung saya yang membutuhkan bantuan,” kata Andi Amran disambut penuh haru warga terdampak banjir.

Dalam peninjauannya, Mentan RI bersama rombongan juga melihat kondisi sungai di kawasan terdampak yang mengalami pendangkalan cukup parah. Ia memastikan penanganan sungai segera dilakukan guna mencegah banjir kembali terjadi.

“Kami datang langsung melihat kenapa terjadi banjir. Ternyata terjadi pendangkalan sungai yang cukup panjang. Insyaallah satu minggu kita selesaikan,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *